Peluang Ferrari Menjadi Kampiun F1


Tes Formula 1 pra-musim (F1) di sirkuit Barcelona berakhir pada Jumat, 9 September. Maret 2018. Dalam tes empat hari, Ferrari terlihat begitu kuat dengan menguasai tes tiga hari. Kimi Raikkonen menutup hari tes terakhir, waktu Sebastian Vettel mendominasi hari pertama dan ketiga. Baru pada hari kedua Daniel Ricciardo mengganggu dominasi Ferrari dan jadi yang tercepat. Hasil untuk musim ini adalah isyarat dari Ferrrari kepada para pesaing bahwa mereka unggul didalam perburuan gelar F1. Tentu saja Mercedes adalah tim yang paling berhati-hati, tim produksi Jerman adalah juara selama empat tahun terakhir.

Ferrari secara alami jalankan seluruh nya untuk memenangkan gelar F1, karena pabrikan Italia udah kuat selama 10 tahun. Braket gelar terasa begitu lama karena Ferrari adalah tim dengan catatan histori terbaik di ajang land-jet dengan juara konstruktor 15 kali. Musim balap 2018 ini adalah tahun yang baik bagi Ferrari untuk memenangkan gelar yang udah lama absen di garasi mereka. Faktor pertama pasti saja bahwa hasil untuk musim ini amat bagus dan konsisten. Memenangkan tiga dari empat hari sebelum pengujian musim adalah bukti bahwa Ferrari udah memperlihatkan ketekunan di ajang F1. Konsistensi adalah halangan bagi Ferrari yang tidak sanggup bersaing dengan Mercedes. Tahun lalu, Vettel tampaknya punya kesempatan untuk bersaing ketat dengan Mercedes, tapi sesudah kasus mesin di Suzuka, Jepang, kesempatan Ferrari dan Vettel berakhir. Kesalahan semacam ini yang tidak boleh diulang di jaman depan, khususnya saat ini bahwa Ferrari punya Vettel, pembalap dengan keterampilan dan mental yang amat baik.

Kedewasaan Vettel sanggup diambil kesimpulan dari hasil tes pramusim yang udah menentukan rekor kecepatan di putaran 1: 1782 atau 1 menit, 1782 detik. Belum dulu tersedia pengemudi yang menyelesaikan putaran dengan kecepatan yang dicatat oleh Vettel. Namun catatan ini tidak masuk didalam catatan resmi, karena ditunaikan didalam pengujian pramusim. Catatan kecepatan cuma juga didalam balapan resmi. Mercedes sebagai juara bertahan dan insinyur tidak cuma harus mewaspadai kinerja Ferrari. Mereka juga harus jelas peningkatan kinerja Red Bull Racing. Pada hari kedua tes, Daniel Ricciardo memecahkan rekor kecepatan sebelum disahkan oleh Vettel. Ricciardo baru-baru ini memposting kecepatan 1: 18.047 untuk Hamilton dengan kecepatan 1: 18.400.

Di kubu Red Bull, bukan cuma Ricciardo yang akan jadi ancaman. Max Verstappen harus amat diperhitungkan, karena dengan bertambahnya jam terbang dan usia, pasti lebih matang. Verstappen, yang dianggap pembalap agresif dan kadang kala mengabaikan keselamatan pengemudi lain, kemungkinan lebih baik didalam berkendara. Untuk juara bertahan Lewis Hamilton, kompetisi mampir tidak cuma dari tim lain, tapi juga dari rekan setimnya Valteri Bottas. Tandem Hamilton juga memperlihatkan ketekunan selama 2017. Tentu saja, dia tidak cuma menginginkan jadi ‘ban cadangan’. Dia akan bertarung seperti Nico Rosberg dulu. Ini akan berkontribusi pada kompetisi yang ketat di garasi dan Mercedes dan F1.

Uji cobalah pra-musim di Barcelona memperlihatkan kartu kemampuan kecil di musim F1 tahun 2018, meskipun tidak melukiskan total kemampuan tim F1. Ini tersedia hubungannya dengan pengaturan tidak serupa yang dipilih oleh tim dan driver didalam tes pramusim. Misalnya, tiga pembalap paling atas didalam tes akhir mengfungsikan ban hyper-soft, sedangkan Hamilton, peringkat 1, mengfungsikan ban soft. Pilihan ban yang tidak serupa pasti tidak sanggup dibandingkan di apel ke apel. Ban super lunak sanggup melaju lebih cepat karena traksi lebih baik daripada ban lunak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *