Tahun ini 32 Negara Siap Bersaing Untuk Memperebutkan Gelar FIBA

Piala Dunia FIBA ​​2019 saat ini sedang berlangsung di Cina. Negara-negara elit datang di babak final. Piala Dunia FIBA ​​2019 dimulai dari 31 Agustus hingga babak final pada 15 September. Tahun ini 32 negara siap bersaing untuk memperebutkan gelar FIBA. Pemain utama dari persaingan utama layaknya NBA, persaingan Eropa dan persaingan Asia tampil membela tim nasional masing-masing. Tim nasional Indonesia tidak berpartisipasi dalam acara ini. Tapi kami masih kudu bangga. Karena keliru satu hakim yang ditunjuk untuk bermain basket di tempat berkumpul untuk negara-negara berkinerja tinggi ini berasal dari Indonesia.

Meskipun hanya satu orang yang ditunjuk dari Indonesia, kami kudu bangga karena itu menyatakan bahwa mutu hakim yang kami punya udah berkwalitas baik. Oleh karena itu diharapkan bahwa hakim lokal lain mampu ikuti jejak hakim internasional. Harja Jalandri, seorang Indonesia dari Cirebon, udah punya jam terbang dan hasil internasional dalam adegan wasit bola basket. Dia setidaknya ditunjuk oleh FIBA ​​untuk mewakili FIBA ​​Asia sebagai hakim di NBA Summer League dan juga sebagai hakim untuk gelar ABL (Asean Basketll League). Di arena nasional, Harja sering memenangkan gelar wasit terbaik di persaingan final IBL (Indonesian Basketball League) lokal musim 2018/2019, dan Harja Jaladri memenangkan wasit terbaik dan memimpin persaingan terakhir pada Stapac dan Satria Muda.

Wasit, yang senantiasa menyangkal pinggang dalam time-out ini, dikenal senantiasa bertindak tegas dalam tiap tiap pertarungan yang dipimpinnya. Hakim, yang dikenal sangat teguh dan yakin diri dalam ketetapan yang diambil, tidak menganggapnya sebagai perjalanan yang enteng untuk dipilih sebagai keliru satu hakim yang memimpin persaingan selama Piala Dunia FIBA ​​pada th. 2019. Setidaknya dia kudu berlatih secara fisik dan juga melaporkan pelatihan rutinnya secara online ke FIBA. Upaya yang sangat fisik, mengingat bahwa ia bukan pemain, namun berkat hasil pelatihan dan pengalamannya hingga selagi ini, Harja Jaladri pantas untuk memimpin Piala Dunia FIBA ​​di Cina pada th. 2019. Selanjutnya, wasit Harja Jaladri mengarahkannya ke fakta bahwa ia lantas mampu memimpin pertarungan di Olimpiade Jepang pada th. 2020 di Jepang, dan pasti saja Piala Dunia FIBA ​​2023, bersama Indonesia jadi keliru satu tuan tempat tinggal bersama Filipina dan Jepang.

Menjadi wasit yang ditunjuk untuk memimpin pertandingan Piala Dunia FIBA, adalah suatu kebanggaan memandang Indonesia di ajang tertinggi Piala Dunia FIBA ​​pada th. 2019, walaupun bukan tim nasional Indonesia yang bermain dalam acara tersebut yang muncul. dari, namun Kedatangan Hakim Harja Jaladri jadi keliru satu hakim yang ditunjuk untuk memimpin perjuangan untuk mendorong perbatasan Indonesia, makin dianggap secara internasional. Federasi Bola Basket Dunia (FIBA) menghargai Indonesia, yang dianggap sebagai taruhan utama, baik dalam persiapan untuk tim bola basket maupun sebagai tuan rumah. FIBA udah terima laporan dari PP Perbasi perihal persiapan dan kemajuan tim bola basket putra Indonesia melawan FIBA ​​Asia Qualifer 2021, serta syarat untuk ikuti Piala Dunia FIBA ​​2023. Laporan tersebut disampaikan oleh ketua Perbasi Danny Kosasih, didampingi oleh bagian IOC Indonesia Erick Tohir, di Beijing, Cina, Kamis (29-8-2019).

Seperti yang Anda tahu, Indonesia terima Filipina dan Jepang. Untuk alasan ini, FIBA ​​terus ikuti pertumbuhan tim nasional Indonesia untuk bersaing di tempat tinggal selama Piala Dunia FIBA ​​2023. “Tentu saja kami tidak menghendaki jadi tuan tempat tinggal sendiri tanpa berpartisipasi sebagai peserta,” kata Danny. Sebagai bagian dari persiapan, tim nasional akan berpartisipasi dalam turnamen di Taiwan pada bulan September. Tim nasional juga berpartisipasi dalam Indonesia Basketball League (IBL) 2020 hingga sehabis putaran reguler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *